Bayern Munchen Buat Bundesliga Membosankan, Ini Tanggapan Legenda Jerman

Bayern Munchen Buat Bundesliga Membosankan, Ini Tanggapan Legenda Jerman

Bayern Munchen Buat Bundesliga Membosankan, Ini Tanggapan Legenda Jerman

Siluman Bola –¬†Bayern Munchen kelihatannya akan selekasnya memenangi titel Bundesliga mereka untuk enam musim beruntun, tetapi Stefan Effenberg miliki gagasan untuk buat hal yang sama tidak dapat berlangsung dengan gampang di masa yang akan datang.

Tim Bavaria unggul 18 angka atas Bayer Leverkusen, dengan 13 kompetisi tersisa serta beberapa orang berasumsi bursa juara telah dapat ditutup.

Sayangnya untuk fans club beda di tanah Jerman, trend seperti itu telah berlangsung mulai sejak Jurgen Klopp membawa Borussia Dortmund memenangkan liga domestik 2 x beruntun.

Dalam lima musim beruntun, Bayern senantiasa berhasil memenangkan liga dengan jarak kelebihan minimum 10 angka – serta menjangkau titik teratas (19) pada musim 13/14. Tetapi bekas gelandang mereka, Effenberg, mempunyai inspirasi baru untuk buat Bundesliga jadi lebih seru.

Dalam kolomnya di T-Online, Effenberg menyarankan kepada pihak Bundesliga untuk membagi pertandingan jadi dua group yang semasing terbagi dalam sembilan tim. Tiap-tiap kontestan juga akan sama-sama bermain dalam format kandang tandang sampai Natal.

Di bln. Januari, empat tim tertinggi dari semasing group, plus posisi lima paling baik, juga akan berkompetisi sekali lagi dengan raihan point 0 untuk memastikan siapa yang akan jadi juara. Sesaat sembilan tim terikuth juga akan berkompetisi terpisah manfaat menjaga status di pertandingan teratas Jerman.

” Juara tidak dapat ditetapkan di Februari atau Maret, takkan ada yang dapat memperkirakan masalah itu, karna semuanya club juga akan mulai sekali lagi dengan 0 point di Januari, ” catat Effenberg.

” Format seperti ini tawarkan ketertarikan yang berlipat-lipat, pertama berkaitan persaingan perebutan di sesi kwalifikasi untuk Group 1, serta lalu di persaingan perebutan selanjutnya untuk titel juara serta lolos dari zone degradasi. “

Tinggalkan Balasan